DESIMINASI BUDAYA POSITIF
LINK VIDEO YOUTUBE:
https://youtu.be/tHYJfqwrNFE?si=_GdZQREntZKyPMGJ
Latar Belakang
Budaya positif di lingkungan sekolah mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mendukung perkembangan siswa menjadi individu yang bertanggung jawab, kritis, dan hormat satu sama lain (Sumber: Modul PGP).
Semua orang berharap agar sekolah dapat menjadi tempat yang diinginkan oleh semua pihak. Sekolah yang diinginkan adalah yang mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Sekolah tersebut harus terhindar dari konflik, penindasan, kekerasan, dan pemaksaan terhadap siswa, dan sebaliknya berupaya menciptakan suasana yang harmonis dan penuh dengan pengarahan positif.
Namun, kenyataannya, sebagian besar sekolah belum memberikan kebebasan kepada siswa. Siswa masih merasa terkekang oleh budaya negatif. Mereka patuh pada aturan sekolah karena takut dijauhkan atau mendapat hukuman yang berat yang dapat merusak reputasi mereka. Akibatnya, perilaku baik siswa hanya muncul ketika mereka berada di sekolah atau di hadapan orang lain seperti guru, anggota OSIS, dan yang lainnya. Ketaatan mereka tidak berasal dari kesadaran batin, dan ini tidak akan menciptakan ketertarikan dan perhatian yang tulus.
Siswa menghindari pelanggaran karena takut diasingkan dan mematuhi peraturan sekolah karena takut pada hukuman atau konsekuensi yang serius, bukan karena mereka mengikuti hati nurani mereka. Mereka belum memiliki motivasi intrinsik, melainkan lebih condong kepada motivasi ekstrinsik.
Oleh karena itu, semua pihak di sekolah harus bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk mengadopsi budaya positif. Budaya ini harus menjadi kebiasaan yang berakar kuat dan dilakukan dengan sadar oleh semua anggota sekolah. Dengan harapan ini, upaya dimulai dengan pembentukan keyakinan di setiap kelas.
Tujuan
Tujuan utama adalah memupuk budaya positif melalui kesepakatan di setiap kelas, mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, dan membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sekolah.
Tolok Ukur
Indikator keberhasilan adalah kemampuan siswa untuk membuat kesepakatan kelas dan mematuhi kesepakatan tersebut dengan memasangnya di dinding kelas. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran secara sadar dan berkelanjutan, serta aktif terlibat dalam kegiatan sekolah yang mendukung nilai-nilai tersebut, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Rencana Tindakan
1. Sosialisasi tentang disiplin positif, kesepakatan kelas, dan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh komunitas sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, dan staf pendidikan. Dalam konteks pelanggaran kesepakatan kelas, akan diterapkan praktik segitiga restitusi.
2. Guru akan memberikan penjelasan mengenai arti dan pentingnya keseimbangan dalam kelas.
3. Guru akan memfasilitasi siswa dalam pembuatan kesepakatan kelas. Kesepakatan ini akan ditandatangani oleh seluruh anggota kelas dan dipasang di dinding kelas.
4. Siswa baru akan mendapat sosialisasi tentang pengembangan karakter dan pentingnya berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat mereka.
Dukungan yang Diperlukan
Kesimpulan
Untuk mencapai tujuan ini, dukungan dari seluruh anggota sekolah dan partisipasi aktif orang tua dalam membiasakan budaya positif sangat diperlukan. Seluruh anggota sekolah juga perlu berperan sebagai contoh dalam menanamkan budaya positif. Kolaborasi di antara seluruh anggota sekolah dalam menciptakan dan memperkuat budaya positif di sekolah menjadi hal yang penting.
Mewujudkan budaya positif memerlukan waktu yang tidak singkat dan melibatkan seluruh pihak di sekolah. Kami perlu bersama-sama bekerja menuju tujuan ini dengan semangat kolaborasi, dukungan, dan keikhlasan. Mari bergandengan tangan, mendukung satu sama lain, dan berkolaborasi untuk menciptakan budaya positif di sekolah kita demi kebaikan anak didik, kejayaan bangsa kita. Mari kita dengan tulus menempatkan diri kita, belajar saling memahami kebutuhan dasar peserta didik kita. Semoga proses ini memberikan dampak positif bagi sekolah kita tercinta dan membawa murid-murid menuju kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya.
Materi PPT Desiminasi :
No comments:
Post a Comment